0 di keranjang

No products in the cart.

DI BALIK MUSEUM R.A. KARTINI

Japara terus berproduksi. Segala kesibukan rutinitas di Japara yang bersibuk dengan furniture juga gembar-gembornya persijap yang luar biasa sampai menutupi tempat museum R.A. Kartini yang gelap dan tak sanggup mengejar uvoria yang ada di kota Japara. Museum bukan hanya tempat yang gelap gulita dan hanya untuk barang-barang kuno yang di display di museum. Seperti barang yang kurang disukai pada masyarakat Japara. Kenapa??

Sebuah kata Heritage telah lama hilang di bumi Japara yang kita tempati.
KARTINI. Namanya telah populer sejak dahulu, dengan perjuangan dan pemikiran yang genius di jaman saat itu. Dengan menulis tentang kehidupan & emansipasi wanita juga pendidikan R. A. Kartini.

Komunitas Rumah Kartini sebagai komunitas yang mencoba belajar Sejarah, seni dan Budaya Japara ingin merespon Museum R.A. Kartini yang sekarang kurang begitu ada ketertarikan & kesadaran masyarakat Japara untuk mengunjungi ataupun belajar tentang sejarah Japara sendiri. Oleh karena itu kami Rumah Kartini ingin mencoba dengan adanya mural ( lukisan tembok ) yang dikemas dalam unsur estetika yang bercerita tentang kehidupan R.A. Kartini yang berhubungan dengan seni & budaya Japara saat itu.

Mural yang ada di tembok Museum R.A. Kartini ini menghadirkan beberapa makna dan pesan-pesan untuk semua masyarakat sebagai simbol tempat(symbol of place). Icon R.A Kartini yang kami stimulasi dalam bentuk traceeng yang bertempat di tengah frame sebagai centre of interest yang dikelilingi oleh ranting bunga dan ornamen Japara yang rumit juga detail sebagai ciri khas ornament Japara sendiri.

Kedua Simbol tangan membawa pahat & palu mencirikhaskan Japara Skill Heritage. Keahlian masyarakat Japara yang turun temurun yang harus dihargai oleh masyarakat & pemerintahan Japara untuk kemajuan kabupaten Japara sendiri.

seni mural museum kartini oleh komunitas Rumah Kartini Japara Indonesia

Ketiga, simbol tangan kiri perempuan yang membawa pena mencirikhaskan kegemaran kartini dalam menulis surat untuk saudaranya maupun teman-temanya di belanda. R.A. kartini yang selalu ingin masyarakatnya untuk mengeyam pendidikan.

Simbol Ke empat kami memakai simbol memegang canting sebagai kegiatan kesenian R.A. Kartini yang membatik. Tapi Batik Kartini tersebut tidak ada dalam Museum sendiri. Sampai saat ini entah dimana karya batik R.A. Kartini yang selalu dipakai pada acara acara resmi itu sendiri….??

kegiatan seni mural museum kartini oleh komunitas Rumah Kartini Japara Indonesia

Sepenggal beberapa kalimat yang menjadi kumpulan surat R.A. Kartini “Door Dusternis Tot Licht” yang berarti Dari Kegelapan menuju Cahaya, telah mengisi pita yang berada pada wajah kartini yang menyimbolkan semoga kota Japara mencapai kejayaan yang pernah terjadi.

Proses mural di Museum Kartini Japara ini menghabiskan waktu cukup lama dengan pengerjaan selama 10 hari yang dikerjakan dengan hati-hati dan detail. Kegiatan mural ini kami danai sendiri tanpa bantuan dari pemerintah daerah.

%d blogger menyukai ini: