Kartini dan Seni Kriya Japara

Keterlibatan Kartini untuk mengenalkan industri Kreatif. Majalah”Vereeniging Oost en West” terbit pertama kali pada bulan Maret 1901 dan sejak bulan September bernama “Koloniaal Weekblad”. Perkumpulan ini didirikan pada bulan Mei 1899 dan muncul dari inisiatif ibu Van Zuylen-Tromp, yang juga menjadi ketuanya yang pertama. Beliau aktif dalam pendirian paviliun Hindia di Pameran Karya Perempuan dan ingin kegiatan yang diadakan hanya satu kali itu memiliki dampak yang bertahan lama. Dalam majalah “Oost en West” tertera tujuan utamanya : “Penyebaran pengetahuan populer tentang Hindia kita kepada semua bangsa dan menstimulasi kesejahteraan di daerah-daerah itu [Hindia-Belanda], juga pemberian bantuan dan membangkitkan perhatian dan cinta antara Belanda yang di sini dan yang di sana.” (Poeze, Harry. In het land van de overheerser I p. 33)

pameran kerajinan dan industri kreatif seni Kriya Jepara di Belanda

Jadi Perkumpulan Oost en West bertujuan utama untuk memajukan kepentingan penduduk Hindia dan memiliki panitia kecil yang mengurus seni dan beranggotakan sejumlah seniman terkemuka. Panitia seni ini bertujuan mengirim seniman-seniman, yang mengkhususkan diri dalam seni ekspresif, ke Hindia untuk menggalakkan seni di Hindia pada umumnya dan seni batik pada khususnya, untuk memurnikannya dari pengaruh-pengaruh asing, contohnya pengaruh Eropa, yang menyebabkan kemerosotannya. Minat penduduk Belanda terhadap seni dari Hindia-Belanda dipicu oleh kesuksesan besar pameran seni Indis yang diadakan Oost en West. Di luar Belanda, seni Indis, khususnya batik, mulai dikenal. (Surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar, 11 Oktober 1901)

Kartini adalah agen resmi untuk pembelian kriya Japara. Beliau memandang usahanya bersama pekerja-pekerja kriya Japara ini sebagai alat untuk menyediakan kesempatan ekonomi yang penting bagi ketenagakerjaan Jawa yang mandiri. Saat merencanakan kepindahannya ke Rembang, ia membayangkan pendirian sebuah pabrik kriya di sana yang didasarkan atas prinsip-prinsip modern dan dengan investasi modal yang besar.

Oost en West memberi kepastian masa depan kepada pekerja kriya Japara, tidak hanya ukir kayu, tapi juga pandai emas dan tekstil. (Surat Kartini kepada EC Abendanon, 15 Agustus 1902)

Kegiatan-kegiatan OOST EN WEST :

  1. Mengadakan pameran dan penjualan seni kriya asli pribumi.
  2. Meningkatkan kesejahteraan mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Belanda dengan mengurus akomodasi, mengorganisir pengawasan dan menggalang dukungan dana.
  3. Menyediakan informasi kepada calon mahasiswa dan keluarganya.
  4. Membentuk kelompok lobby yang mengadvokasi berbagai reformasi di tanah jajahan.

(Coté, Joost. Realizing the Dream of R.A. Kartini : Her Sisters Letters from Colonial Java. 2008 : 31)

Sosrokartono bukan saja salah satu pendiri OOST EN WEST pada tahun 1898 (beliau telah tiba di Belanda sebagai mahasiswa pada tahun 1897) tapi juga sekaligus penasehat reguler, penerima bantuan dan salah satu mata rantai yang membuatnya dapat beroperasi efektif di Jawa. (Coté, Joost. Realizing the Dream of R.A. Kartini : Her Sisters Letters from Colonial Java. 2008 : 31)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *