0 di keranjang

No products in the cart.

Masjid Agung Japara

Japara selalu memiliki tempat-tempat bersejarah yang nggak akan habis untuk kita pelajari. Ada juga yang berpendapat bahwa saat kita menggali sebuah sejarah, maka kita akan terus menggali sampai kita tentukan sendiri kapan harus berhenti. Lho, itu maksudnya apa ya.. Dari kalimat awal tersebut, kira-kira tempat bersejarah mana lagi yang asik untuk kita bahas di Japara?

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit membahas mengenai masjid yang terletak di sekitar pusat Alun-alun Japara yaitu Masjid Agung Japara. Temanya sesuai ya sama moment Ramadhan seperti sekarang ini. Karena biasanya masjid merupakan salah satu tempat yang menjadi sangat ramai dikunjungi ketika datangnya bulan Ramadhan. Sebagai tempat beribadah, tempat aktifitas khusus saat puasa, wisata religi, dan lain sebagainya.

Masjid Agung Baitul Makmur ini terletak di sebelah selatan Alun-alun Japara di Desa Kauman. Karena berada di Desa Kauman, maka sebagian masyarakat sekitar menyebutnya dengan Masjid Kauman. Masjid yang berkapasitas 1600 jamaah ini dulunya dibangun pada massa Pangeran Arya Japara yang merupakan anak angkat dari Ratu Kalinyamat. Dan saat terjadi perpindahan pusat pemerintahan Kerajaan Kalinyamat dari Kalinyamat menuju Japara, masjid ini pun dibangun.

Pelabuhan Japara tahun 1600 yang terlihat masjid agung JaparaPelabuhan Japara tahun 1600 yang terlihat masjid kuno agung Japara

 

 

 

 

 

 

 

Menurut pihak pengurus dari Masjid Agung Japara, bangunan masjid mengalami renovasi sebanyak tiga kali. Mulai dari tahun 1686, 1929, dan pada tahun 1989 untuk menyesuaikan dengan kebutuhan akan banyaknya jamaah. Jadi pada awalnya masjid ini keseluruhan terbuat dari kayu jati lho. Karena ronovasi dan pelebaran itulah kontruksinya berubah menjadi beton dan berdinding tembok. Tapi jangan salah, beberapa sudut bangunan masjid masih menggunakan bahan kayu dengan ukiran-ukiran khas.

Saat pertama memasuki masjid pun sudah terlihat berbagai ukiran di pintu gerbang yang lekat dengan nuansa Japara. Bagian atapnya berbentuk limas bersusun tiga atau seperti kebanyakan masjid di nusantara. Sebenarnya masjid ini dahulu memiliki model joglo dengan atap bersusun lima. Kemudian ruang masjid bagian depan yang plafonnya juga terbuat dari kayu jati. Serta yang paling jelas terlihat adalah tiang atau soko guru yang bagian luar merupakan lilitan kayu jati dengan berbagai ukiran.

Bagian serambi masjid juga masih menggunakan kayu jati untuk bagian atasnya. Jika kita lihat dari bawah, terlihat tatanan kayu dengan arsitektur khas serta diperindah beberapa macam ukiran. Ada beberapa macam ukiran yang terlihat, seperti ukiran Majapahit, Pajajaran, serta ukiran Semarangan. Hal ini menyebabkan masjid yang sudah mengalami beberapa kali renovasi ini tetap apik dengan nuansa jaman dahulunya.

Masjid Agung Baitul Makmur memiliki struktur kepengurusan yang baik dengan diketuai oleh Pak HM Sukarno dan berada di bawah perlindungan Bupati Japara. Masjid ini tidak hanya dibuka untuk tempat beribadah umat muslim, tetapi banyak juga yang berkunjung untuk melihat dan belajar. Mulai dari sejarah masjid, struktur bangunannya, ukiran-ukiran yang ada, serta hal-hal yang menarik lainnya. Jadi, bila kita ke Japara jangan ragu untuk berkunjung di masjid ini ya…

%d blogger menyukai ini: