0 di keranjang

No products in the cart.

Pameran Foto Sejarah Doeloe dan Kini

Japara, kota yang di kenal banyak masyarakat di Indonesia bahkan di kenal banyak juga di Negara-negara lain. Kota Jepara terletak di pesisir utara Jawa Tengah, di semenanjung dengan gunung Muria yang seakan mercusuar bagi pulau Jawa. Letak posisinya yang terbuka membuat kota jepara mempunyai peran sejarah yang panjang, Sejak abad ke 7 Masehi di Jepara sudah berdiri kerajaan Kalingga.

Mitos tentang Ratu Shima penguasa perempuan yang adil dan tegas dan pada abad ke 16 jepara tercatat dengan kota yang tumbuh menjadi Bandar ramai dan dikenal mempunyai kekuatan politik, ekonomi dan militer yang dipimpin oleh perempuan yang bernama Retno kencono yang mendapat gelar menjadi Ratu Kalinyamat. Dan pada tahun 1879 lahirlah sosok perempuan yang sampai saat ini menjadi icon wanita Indonesia yaitu R.A. Kartini dengan tokoh emansipasi dan pendidikannya juga pemikirannya. Dari situlah kota Jepara lebih di kenal, dengan perjuangan R.A Kartini dari sudut pandang pemikirannya dalam emansipasi dan pendidikannya telah mengharumkan juga kota sebagai tempat kelahirannya. Sedangkan kita generasi penerus, apa yang telah dan sudah kita lakukan untuk kota tercinta ini. Dengan segala usaha-usaha dan perjuangan dari mereka yang sudah tiada, yang sudah di berikan kepada kita sekarang ini. Apa yang akan kita lakukan? Apa yang akan kita berikan? Apa hanya bersyukur dan berterima kasih saja? Dan kayaknya kita hanya menghancurkannya saja. Tanpa tahu seperti apa sejarah yang telah mereka catat. Untuk itu alangkah sebaiknya kita menjaga baik-baik kenangan-kenangan yang telah mereka berikan. Dengan meneruskan perjuangan-perjuangan mereka yang masih terbilang tertunda. Dan alangkah lebih penting, sebaiknya “Kita Harus Lebih Mengenal Kota Jepara, Kota Tempat Kelahiran Tercinta Kita”.

Poster Pameran Foto Sejarah Rumah Kartini Japara Indonesia

Peninggalan-Peninggalan di kota Jepara tidaklah terlalu banyak yang masih. Bangunan peninggalan pada jaman Ratu Kalinyamat dapat di lihat di makam dan masjid kuno mantingan yang dibangun pada tahun 1559.. Di pinggiran kota Japara bisa di temukan reruntuhan benteng Portugis dari era sesudahnya, yang terletak di bukit pinggir sungai yang mengalir melewati kota Japara. Pada abad ke 18 Benteng tersebut dipakai oleh colonial Belanda. Dan masih ada lagi peningggalan-peninggalan lainnya. Yang juga sangatlah penting untuk kita pelajari, kita kenali, dan kita pahami.
Ada banyak kenangan yang terangkum dari Jepara Doeloe & Kini, banyak momen bersejarah yang telah diabadikan dalam bentuk foto. Dari mulai zaman Hindia Belanda hingga saat ini, perubahan dari wajah geografi, tata letak kota, bangunan dan perubahan budaya lamban atau cepat akan tampak. Dari sini kita akan tahu seperti apa kota Jepara dan mengenalnya dengan lebih baik lagi.

Tujuan utama dari event JEPARA DOELOE & KINI adalah mengenang kembali masa lalu dan belajar mengenai sejarah dalam sudut pandang foto dan juga sebagai tolak ukur dalam memperkenalkan wajah Jepara ketika itu sampai sekarang. Kami mencoba mengemas penyajian fotografi dalam sebuah pameran yang sangat ideal dan dalam nuansa yang bertematik dengan mengambil tempat di Chody Art Gallery Japara.

Dari susunan acara kami jadualkan pula sarasehan dan diskusi mengenai Kartini dalam sudut pandang Karya Sastra Indis-Belanda dan juga dalam sudut pandang fotografi.

Adapun foto-foto Jepara tempo doeloe kami dapatkan dari KITLV (Koninklijke Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde) atau Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies di Leiden, Belanda.

Acara ini juga didukung sepenuhnya oleh Pusat Budaya Indonesia-Belanda WIDYA MITRA Semarang, Rumah Kartini Japara, Program Studi Belanda AKABA 17 Semarang, SMA Masehi Jepara, Unika Sogijapranata Semarang dan Goodwood Jepara.
3. SUB ACARA
Acara Utama : Pameran Foto Jepara tempo Doeloe & Kini
Sub Acara :
1. Sarasehan dan Diskusi “Sejarah Kartini dalam sudut pandang sastra Indis-Belanda”
2. Sarasehan dan Diskusi “Sejarah Dalam Sudut Pandang Fotografi”
3. Hunting Fotografi Bersama
4. Teater & Sastra
5. Musik Akustik
6. Pemutaran Film Indie dan Belanda
2. TUJUAN

– Sarana pembelajaran dalam mengenal literatur fotografi di Jepara pada tempo dulu hingga masa kini.
– Pameran ini mempunyai sub acara seperti pengenalan sejarah, seni dan budaya baik sastra dan yang lainnya pada masa kolonial belanda hingga sekarang.
– Mendorong semangat untuk memberikan kecintaan terhadap kota Jepara dan tertuang dalam berkarya.
Dari itu kami berupaya dengan maksimal untuk meng-agendakan acara JEPARA DOELOE & KINI 2011 dengan sangat menarik, memasyarakat dan mendidik. Semoga dari berbagai pihak mampu memberi dukungan yang berarti secara moril dan materiil guna kegiatan ini berjalan sukses dan lancar, dan dapat menjadi agenda tahunan di kota Jepara.

%d blogger menyukai ini: