0 di keranjang

No products in the cart.

Perjalanan Heritage Walk Crimonjawa

Memperkenalkan sejarah tentang Kartini dan Japara, Rumah Kartini bekerja sama dengan berbagai pihak sering melakukan perjalanan sejarah. Pada tanggal 12 sampai 16 Mei 2015 kemarin, kami melakukan perjalanan menuju Crimonjawa untuk memperkenalkan sejarah Japara dan kepulauan Crimonjawa. Perjalanan tersebut dibantu oleh rekan-rekan dari media sosial seperti Jepara Hari Ini, I Love Jepara, Kabar Jepara, Visit Jepara serta masyarakat Crimonjawa sendiri.

Hari pertama kita berangkat pukul 6 pagi dari pelabuhan Japara menuju pulau Crimonjawa menggunakan kapal Feri Ginjai. Nah secara kebetulan kita tidak mendapatkan kursi, jadi rombongan terpaksa duduk-duduk atau orang jawa biasa menyebutnya glesotan di pelataran kapal. Kalau dibayangin pasti berat banget ya perjalanannya. Enam jam naik kapal tanpa kursi duduk lho.. Tapi karena kita rame-rame dan tujuan kita juga ingin mengenalkan sejarah kepada masyarakat di sana, jadi tetap asik kok.

Tak terasa sampai juga kita di pelabuhan Crimonjawa dengan keramaiannya. Banyaknya wisatawan dari berbagai negara menunjukan bahwa pulau Crimonjawa ini sudah dikenal dunia. Setelah itu kita langsung dijemput oleh Kang Jambrong dkk, untuk menuju ke kediamannya. Di sana rombongan Rumah Kartini disambut dengan baik oleh masyarakat Crimonjawa. Karena keterbatasan waktu, usai istirahat sebentar dan mengisi perut, kita lanjut mempersiapkan peralatan dan bahan yang di angkut oleh mobil menuju Desa Telogo di Kepulauan Kemojan.

Perjalanan dari Crimonjawa menuju pulau Kemojan membutuhkan waktu satu jam dengan kondisi jalan saat itu masih banyak yang rusak. Sampai di Desa Telogo kita disambut warga telogo dengan sangat baik. Kang Ambon dan Mas Gotho yang merupakan warga setempat juga ikut membantu mempersiapkan pameran di lapangan Telogo. Selain foto-foto sejarah, kita juga membawa perlengkapan seperti diesel. Dikarenakan pada saat itu listrik (PLTD) baru rusak di Desa Telogo sana.

Sampai lapangan telogo kami mendisplay untuk persiapan pameran. Nah, pukul lima sore hingga sepuluh malam pameran pun berlangsung. Warga setempat dipertunjukan foto-foto sejarah Crimonjawa dan Japara pada jaman dulu. Antusias warga dan feed back yang diberikan mereka membuat perjalanan di hari pertama ini terbayarkan. Yang menarik setelah pameran selesai adalah saat perjalanan kembali menuju Crimonjawa. Karena tidak adanya penerangan dan gelap gulita, perjalanan pulang kita dipandu oleh seekor anjing yang bernama Bobby. Nggak kebayang kan ada seekor anjing yang berlari di depan mobil rombongan untuk menunjukkan jalan pulang. Tapi karena kasihan, sampai di pertengahan jalan Bobby kita tinggal supaya dia kembali pulang. Tiba di Crimonjawa pukul dua belas malam dan istirahat untuk persiapan wisata esok paginya.

Hari kedua perjalanan heritage walk kita diajak jalan-jalan melihat keindahan pasir putih di pantai Ajung Gelam. Selain pemandangan pantai yang bersih dan masih alami, kita juga diberi pertunjukan menembak ikan secara tradisional oleh warga pesisir. Sungguh pemandangan yang begitu eksotis.

Jalan-jalannya cukup dulu ya, kita langsung lanjut hari ke tiga perjalanan heritage walk 2015 kemarin. Nah, kali ini pameran kembali di adakan di alun-alun Crimonjawa. Yang berbeda dari pameran sebelumnya, juga ada pemutaran film tentang Semarang dari komunitas Lopen Semarang. Antusias dari warga serta wisatawan yang melihat begitu luar biasa. Tidak hanya orang dewasa, mulai dari anak-anak SD pun juga tak kalah antusias. Pameran tentang sejarah Japara dan Crimonjawa ini berlangsung tiga hari hinggal tanggal 16 Mei 2015.

Dalam perjalanan haritage walk saat itu, banyak sekali diskusi yang tentunya sangat bermanfaat. Jadi, kita tidak hanya memberikan informasi tentang sejarah Japara dan Crimonjawa, tetapi warga Crimon sendiri juga memberikan feed back yang begitu interaktif. Bisa dibilang perjalanan kali ini kita belajar bersama dengan warga Crimon untuk bertukar informasi mengenai sejarah Japara dan Crimonjawa sendiri.

Pameran yang berlangsung dari sore hingga malam hari selama tiga hari di Alun-alun Crimonjawa pun selesai. Banyak sekali manfaat dan informasi yang kita dapatkan dari masyarakat di sana. Akhirnya kita kembali ke Japara dengan banyak cerita yang sayang sekali untuk kita simpan sendiri. Nah, semoga cerita perjalanan kita kali ini dapat menginspirasi banyak orang untuk peduli terhadap sejarah. Karena sejarah di suatu daerah bisa menjadi senjata untuk kemajuan daerah itu sendiri.

%d blogger menyukai ini: