0 di keranjang

No products in the cart.

Reproduksi Pusaka Kartini dan Japara

Idea tentang pembuatan Reproduksi karya seni yang berhubungan dengan mbah kartini dan Japara adalah ide-ide dari orang tua yang berada di kota japara, kegelisahan itu muncul dengan berbagai alasan tentang minimnya data seni rupa yang ditinggalkan oleh leluhur2x Japara.
Entah, sekarang barang, karya seni yang berhubungan dengan Kartini maupun Japara dimana? untuk jawaban yang sangat berat dan sampai saat ini kami berusaha untuk mencarinya.

Awal Desember 2015, Rumah kartini terpilih dari beberapa Komunitas Heritage diantaranya, Semarang, Rembang dan Japara yang dikumpulkan oleh Yayasan Budaya Widya mitra Semarang. dari beberapa komunitas yang di kumpulkan, Rumah Kartini dan Lopen Semarang yang menerima Bantuan dana ibah dari Kedutaan Belanda yang dibantu oleh Yayasan widya mitra.

untuk kegiatan mereproduksi warisan Kartini dan Japara ini bukan hanya di dukung oleh Kedutaan Belanda melainkan juga Rumah Kartini dan Masyarakat Japara juga ikut sumbangsih materi dan tenaga untuk mewujudkan proses ini selama 16 Bulan. yang nantinya akan kami pamerkan kepada masyarakat umum untuk melihat dan berpikir tentang sejarah, kesenian yang dilakukan mbah Kartini dan Japara pada saat itu.

Proses pembuatan beberapa reproduksi warisan Kartini dan Japara yang kami lakukan melibatkan banyak orang, diantaranya Masyarakat, orang tua (yang masih konsen di Heritage Jepara), Peneliti, Dosen seni, pengusaha meubel, Kurator Seni dan Museum juga tak kalah pentingnya sampai pemilihan Tukang kayu, Seniman ukir yang Handal dan bisa kita ajak diskusi untuk mewujudkan karya Reproduksi ini.

Karya yang kami Reproduksi data yang lebih banyak kami dapatkan dari sumber Foto-Foto kuno dari Belanda yang pada tahun 2011 Rumah Kartini mendapatkan sekitar 50 an data Foto kuno tentang Japara dengan Resolusi yang besar dan artikel, buku kuno yang menerbitkan seni dan kerajinan di jawa saat itu.

proses dari 18 karya yaitu, gayor gong senen, satu set furniture, kursi goyang, tiga kotak ukir kayu, 3 batik beserta gawangannya, frame, steger, pigura, lukisan, proses reproduksi memakan waktu 1,5 Tahun, salah satunya yang paling menarik adalah mereproduksi gayor gong senen Japara yang melibatkan banyak orang dan waktu yang lama , diantaranya melalui proses menggambar secara manual, untuk pembahanan sampai konstruksi knock down tanpa memakai paku,skrup,baut. untuk pembacaan ornamentnya melibatkan desainer, seniman, fotografi dan spiritualis juga mengumpulkan referensi foto ukiran kuno untuk didiskusikan bersama seniman ukir.

Untuk melihat proses kami bisa follow di beberapa akun sosial media @Rumahkartini
Instagram
Twitter
Facebook
atau dengan hastag #SHFJapara

%d blogger menyukai ini: