0 di keranjang

No products in the cart.

SOSIAL RUMAH KARTINI

Jepara terendam. Selain banjir di bagian selatan Jepara, di bagian utara Jepara pun tertimpa longsor. Tidak kurang 397 rumah rata dengan tanah, 72.000 rumah tergenang, 1.500 rumah terendam banjir, kerugian yang diderita penduduk Jepara ditaksir mencapai Rp. 18,3 miliar, dan 32.081 penduduk Jepara dipaksa untuk mengungsi ke tempat lain yang dirasa aman untuk dihuni (sumber: Antara/30 Januari 2014).

Akibat dari musibah tersebut, orang tua kehilangan rumah, anak-anak menangis, mereka tidak dapat sekolah, mereka tidak dapat bermain, tempat tinggal mereka dipenuhi air, sumber makanan kian menipis, mereka lapar, lantas dibuatlah dapur-dapur umum oleh para warga untuk memenuhi kebutuhan tenaga sampai air surut dan mereka kembali ke rumah masing-masing.

Bansos Rumah KArtini Banjir besar Jepara

Rumah Kartini dan Grisyuter dibantu penggiat media sosial jepara antara lain jepara hari ini, ilovejepara, kabar jepara dan visit jepara merasa terpanggil untuk mengulurkan tangan, menyingsingkan lengan baju dan turun ke tempat-tempat yang terkena musibah seperti Desa Bategede, Kecamatan welahan, Kecamatan Mayong, dan Sumbersari.

Tugas pertama Rumah Kartini dan kawan-kawan memberikan informasi keadaan dan mengamankan korban bencana banjir-longsor dengan membantu evakuasi ke tempat yang lebih aman, memberikan bantuan dasar makanan, tempat tinggal dan kebutuhan medis darurat, serta memberikan informasi kepada korban terkait cara sederhana dan akurat untuk mendapatkan kebutuhan dasar.

Bansos Rumah KArtini Banjir besar disumberejo Japara

Tugas kedua Rumah Kartini dan kawan-kawan adalah mengajak rekan-rekan baik yang berada di dekat lokasi banjir-longsor maupun yang jauh, serta “mempromosikan” tawaran untuk menjadi relawan atau pekerja sosial sesuai keahlian masing-masing.

Tugas ketiga Rumah Kartini dan kawan-kawan adalah memberikan komunikasi dengan keluarga korban agar tetap selalu bersama, atau mempertemukan anggota keluarga yang terpisah akibat bencana, serta memberikan support psikologis agar korban tidak khawatir dan cemas karena akan ada bantuan yang banyak serta layanan-layanan akan segera datang seperti lokasi layanan bantuan dari pemerintah maupun non-pemerintah.

Rumah Kartini bertempat di Pengkol, tepatnya di Jalan KH. Moliki, yang pada waktu itu sekaligus dijadikan lokasi penampungan bantuan dari rekan-rekan di Jepara maupun di luar kota, serta tempat registrasi relawan dan pekerja sosial yang ingin membantu korban secara langsung di tempat kejadian bencana.

bantuan Rumah Kartini Dan masyarakat Japara

Dari bantuan-bantuan dan relawan tersebut kemudian diserahkan secara langsung oleh Rumah Kartini kepada korban-korban bencana banjir-longsor. Di lokasi kejadian Rumah Kartini menyerahkan bantuan darurat mie instan, air minum, gas elpiji, kompor, popok, tikar, baju bekas, celana, obat-obatan, dan lain sebagainya. Di samping itu, selain memberikan bantuan darurat tersebut, Rumah Kartini yang dibantu relawan/pekerja sosial bermain-main dengan anak korban bencana banjir-longsor untuk sekadar meringankan trauma yang melanda mereka.

%d blogger menyukai ini: