Semarang– Sebagai ajang tahunan, Festival Kota Lama yang sudah hadir untuk ke-8 kalinya ini cukup menarik perhatian. Pasalanya, dalam pagelaran yang sudah dimulai sejak 12 September itu tidak hanya menghadirkkan berbagai macam hiburan dan wisata kuliner, tetapi juga tentang pendidikan, seperti halnya sejarah.

Rumah Kartini, sebagai satu-satunya komunitas dari Jepara, yang memang konsen terkiat sejarah, kebudayaan dan berkeseniaan turut memeriahkan festival kota lama semarang dengan menghadirkan 53 data sejarah dan 1 video.

rumah Kartini dan festival kota lama

rumah Kartini dan festival kota lama

Apeep Qimo, Pendiri komunitas Rumah Kartini mengatakan, 53 data sejarah ini terdiri dari foto-foto kuno yang berkaitan dengan Mbah kartini dan kota Jepara di masa lampau,” Adapun video yang kami bawa adalah terkait video proses reproduksi gong senen yang memakan waktu 1, 5 tahun,” Paparnya.

Apeep menambahkan, konsep yang dihadirkan oleh komunitas Rumah kartini dalam festival ini seperti hal nya tema yang diusung oleh Festival Kota Lama 2019, yakni, Kuno, kini, dan nanti.

“Untuk itu, dalam gedung Soesmen Kantoor ini, kami membagi ruangan dalam tiga bagian, pertama menghadirkan data-data kuno, kemudian mebel, dan yang ketiga menghadirkan industri kreatif mebel kayu yang dikombinasikan dengan teknologi,” urainya.

Terkait data-data kuno yang dimiliki Rumah Kartini, Apeep mengaku mendapatkan data-data tersebut dari belanda, kedutaan, arsip nasional dan juga data dari keluarga besar Kartini.

Lebih lanjut, Apeep berharap, dengan hadirnya Rumah Kartini dalam festival Kota Lama ini, masyarakat semakin tahu tentang sejarah Kartini dan Jepara, dan juga mengenal lebih dekat tentang kerajinan kayu Jepara, seperti halnya ukiran, craft, dan furniture.

rumah Kartini dan festival kota lama

rumah Kartini dan festival kota lama

Iwan, salah seorang pengunjung asal Semarang mengaku sangat takjub dengan data-data sejarah yang dipamerkan oleh Rumah Kartini di Soesman Kantoor Kota lama itu. Ia nampak mendengarkan secara antusias ketika dijelaskan oleh kurator.

“Saya sagat kagum dengan komunitas yang masih begitu peduli dengan sejarah leluhurnya, semoga bisa menginspirasi anak-anak muda lain supaya jangan sampai lupa dengan sejarahnya,” Papar iwan, lelaki yang malam itu memakai jaket berwarna hitam lengkap dengan ransel yang digendong di belakangnya.

Selain itu, Komunitas Rumah Kartini juga memamerkan 17 guitar unik. Pasalnya diukir dengan menarik dan mempunyai tema tertentu.

Pak Edy, Pegiat Rumah kartini yang mempunyai Guitar Carving tersebut mengatakan, ukiran yang ada di guitar carving ini bertema asal muasal manusia.

“Jadi Konsep yang ada pada Guitar Carving ini dimulai Adam dan Hawa, embrio manusia hingga menjadi manusia dewasa” Papar bapak yang sangat menggemari musik Guitar.

Rata-rata pembuatan satu guitar dengan nilai seni tinggi memakan waktu sampai satu bulan. “Saya sudah sering pameran ke berbagai kota besar di Indonesia, seperti Semarang, yogyakarta, Jakarta, bahkan pernah ikut pameran ke Singapura juga” Urainya

Festival Kota lama semarang

Festival Kota lama semarang

Rumah Kartini Kartini juga memamerkan industri kreatif seperti halnya beberapa kerajinan tangan yang dibuat dari kayu.

Sugito, seniman kerajinan tangan khusus kayu mengatakan, rata-rata karya yang dibuat merupakan limbah dari kayu.

“Kami biasanya mencari kayu-kayu yang sudah tidak terpakai, tapi kemudian dengan skill yang kami punyai, kayu tersebut bisa bernilai ekonomi” paparnya.

Kendati demikian, tidak semua karya-karyanya yang sebagian besar merupakan peralatan dapur dan makanan tersebut ada bahan yang haru beli.

“Misal untuk talenan, mangkok, piring yang memerlukan kayu solid, tidak mungkin kami menggunakan kayu limbah, kami harus beli bahan bakunya,” Urai seniman asal Mlonggo tersebut.

rumah Kartini dan festival kota lama

rumah Kartini dan festival kota lama

Di bagian yang lain juga ditampilkan beberapa interior rumah dengan gaya semi klasik modern. Terdapat 5 kursi makan dan 4 kursi santai yang ditata sangat menarik.

Tian, pegiat Rumah Kartini yang bertanggung jawab atas interior rumah tersebut mengatakan, interior rumah ini merupakan perpaduan gaya klasik dan modern namun tetap unik dan enak dipandang.

“Kami juga membuat beberapa barang furniture yang mengkolaborasikan antara bahan kayu dan besi, jadi selain unik juga mempunyai kesan futuristik” Urainya.

festival Kota lama

festival Kota lama

Pada festival Kota Lama 2019 ini, Rumah Kartini berlokasi di Soesmans Kantoor. Berada di sebelah selatan Gereja Belenduk. Sekedar informasi Gedung Soesman Kantoor dulu merupakan tempat percetakan dan kantor urusan transmigrasi.(Rif)