Macan Kurung– Patung kayu Macan kurung merupakan sebuah bentuk karya seni bernilai tinggi dari Japara. Karya seni macan kurung berbentuk ikon seekor macan di dalam kurungan dimana macan tersebut diikat dengan rantai dan terdapat pula 2 bola yang dapat menggelinding, menariknya patung tersbut dibuat dari kayu jati utuh.

Keunikan macan kurung terdapat dalam proses pembuatannya yang diakui para pengukir memiliki nilai kesulitan yang sangat tinggi. Selain keahlian mengukir dan memahat patung, keuletan, ketelitian, juga diperlukan kesabaran seniman untuk mengerjakan mahakarya ini.

macan kurung

macan kurung

Proses pembuatan

Pengrajin dituntut lihai mengarahkan alat pahatnya melalui lobang-lobang di antara jeruji kurungan yang sudah dibentuk terlebih dahulu. Kesulitan membuat macan kurung terletak pada rumitnya membentuk tubuh macan yang sudah dilingkari jeruji kayu dari segelondong kayu utuh.

memahat macan kurung

memahat macan kurung

Selain itu, dalam pembentukan jeruji yang melingkari macan juga terdapat tantangan karena harus memiliki kesamaan jarak antar jeruji. Dalam hal ini perajin memiliki patokan bahwa macan kurung yang berkualitas adalah jika jarak antara jeruji satu dengan yang lainnya ukurannya sama dengan diameter ruji-ruji. Dengan demikian kebebasan dalam mengarahkan mata pahat sangat terbatasi. Jika jarak antar jeruji terlalu lebar berarti perajinnya bisa dikatakan masih belum piawai.

Kini seniman pembuat seni macan kurung sudah mulai sulit ditemukan di Japara. Selain prosesnya yang sedemikian rumit, peminat macan kurung sendiri berkurang drastis karena harganya yang relatif mahal. Selain hal tersebut, Karya seni patung macan kurung dinilai sudah tergerus dengan model saat ini.

Terdapat banyak versi cerita tentang macan kurung. Seperti cerita bahwa macan kurung yang diikat rantai diibaratkan sosok Kartini saat berada diruang pingit. Ada pula cerita lain bahwa macan kurung merupakan bentuk protes para seniman atas tekanan hidup pada masa penjajahan kolonial. Dan Ada juga yang bercerita bahwa R.A Kartini dulu memesan macan kurung pada Singowiryo, seorang seniman asal Dukuh Belakang Gunung Desa Mulyoharjo untuk dipromosikan kepada para bangsawan, serta teman-temannya di Belanda agar seniman di Japara mengalami peningkatan ekonomi dan terkenal hingga luar negeri. Belum ada kepastian kebenaran cerita dan filosofi dibalik seni macan kurung yang rumit dan penuh misteri tersebut.

Namun, yang lebih penting dilakukan adalah menjaga, melestarikan dan mewariskan seni, sejarah dan tradisi kesenian  Japara kepada generasi mendatang. Dalam kesempatan ini Rumah Kartini bekerjasama dengan Widya Mitra dan Kedubes Belanda dalam projek #SHFJapara, dan siapa saja yang terlibat,  seperti apa projeknya?

proses pembuatan macan kurung

proses pembuatan macan kurung

Projek Patung Macan Kurung

Patung Macan Kurung terbuat dari “gelondongan” kayu jati dengan diameter 40 cm dan panjang 1,5 meter.   Untuk memilih kayu jati yang digunakan untuk pembuatan macan kurung bukanlah hal yang mudah. Pasalnya Rumah Kartini dan pematung macan kurung (Saniman) harus mencari kayu yang mempunyai kualitas dan material yang baik. Selain itu juga harus menganalisis bagian dalam kayu jati tersebut tidak ada kerusakan.

Setelah menemukan kayu jati yang cocok kami memulai proses “penyekalan” dalam artian membagi kayu tersebut ke beberapa bagian yang akan dipahat. Bagian bawah, cincin, simbol bagian atas dan bagian atas.

Pada bagian bawah, terdapat ukiran 4 ular Jawa. Simbol 4 ular ini menunjukkan bahwa ular tersebut menjaga patung macan kurung dari 4 mata angin.  

Bagian Bawah Macan Kurung

Bagian Bawah Macan Kurung

Adapun bagian cincin yang berada di atas bagian tersebut adalah simbol wayang. Ukiran wayang tersebut kami ambil dari kotak perhiasan yang pernah dibuat Kartini.

Sedangkan bagian tengah dari patung macan kurung adalah bentuk pakem dari patung macan kurung. Pada bagian ini terdapa 32 ruji kecil dan 4 tiang yang. Adapun di dalamnya terdapat macan yang sedang dirantai dengan dua bola.

Kaitannya dengan simbol macan yang dikurung ini, menurut masyarakat Jepara terdapat dua versi. Pada versi yang pertama, macan yang dikurung itu sebagai simbol Kartini yang dipingit. Sedangkan versi yang kedua adalah, macan disimbolkan sebagai hawa nafsu yang dikurung supaya tidak menerkam sembarangan.

Dalam memahat bagian tengah bentuk pakem macan kurung ini dibutuhkan waktu yang cukup lama. Pasalnya, pada patung macan tersebut tidak terdapat sambungan kayu. Di sisi lain seorang pemahat harus mampu membentuk patung macan dan dua bola dengan bagus dan detail.

macan kurung

macan kurung

Kemudian di atas nya lagi adalah bagian cincin yang memiliki motif ukiran seperti halnya ukiran kotak perhiasan kartini. Atasnya lagi adalah ukiran bunga lotus, bunga tersebut kami ambil sebagai pola bentuk ukiran lantaran Bunga tersebut merupakan salah satu bunga yang disukai Kartini sebagaimana yang sering ia tampilkan dalam lukisannya.

Kemudian di bagian paling atas terdapat bentuk ukiran buku yang terbuka. Pada buku tersebut tertulis secara detail tentang masyarakat Jepara yang sudah berkesenian sejak dahulu.

Dari rangkuman patung macan kurung tersebut, Rumah Kartini ingin menceritakan mulai dari alam bawah sampai tokoh Japara (Kartini). Adapun buku yang ada di atas tersebut mempunyai alasan bahwa, Kartini semasa hidupnya menulis beberapa hal terkait Jepara untuk mengenalkan ke dunia. Untuk itu, ketika ingin mengetahui tentang Japara, kita harus mengetahui dan mengkaji tulisan-tulisan Kartini yang telah ia tulis di zaman dulu.

“Kartini sudah membuka jalan, Kita yang melanjutkan”

Baca Juga :

Pameran Nasional Karya Perempuan

Dampak Perjuangan Kartinin Bagi Japara

Dibalik Reproduksi Gong Senen Japara